Tidak semua sakit kepala adalah sakit fisik. Sakit kepala yang dialami bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah stres.

Ya, di zaman sekarang ini, stres merupakan ‘penyakit’ baru yang sering diidap oleh manusia. Tuntutan pekerjaan, kegagalan, dan berbagai masalah bisa menjadi pemicu stres. Tak jarang stres berkepanjangan dapat menyebabkan penyakit fisik. Salah satu sakit fisik akibat stres adalah sakit kepala.

Apa hubungan antara stres dan sakit kepala?

Stres merupakan salah satu bentuk rangsang yang dianggap sebagai ancaman bagi tubuh kita. Untuk melindungi diri dan menjaga keseimbangan, maka tubuh akan melepaskan sekelompok hormon stres seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin dalam jumlah besar. Hormon-hormon ini akan bekerja dengan mematikan fungsi tubuh yang tidak diperlukan dan meningkatkan beberapa organ tubuh.

Hormon adrenalin dan kortisol menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke bagian tubuh yang diperlukan dalam merespon stres secara fisik, seperti kaki dan tangan.

Pemusatan darah ke bagian tubuh tertentu tersebut menyebabkan penurunan asupan darah beroksigen di otak. Inilah yang kemudian menjadi pemicu munculnya sakit kepala. Stres berlebihan juga menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot daerah kepala anda.

Bagimana membedakan sakit kepala stres dengan sakit kepala biasa?

Karakteristik sakit kepala akibat stres sedikit berbeda dengan sakit kepala biasa. Sakit kepala akibat stres ditandai dengan nyeri yang terasa menekan, mengikat, dan menyebar di seluruh bagian kepala tapi tidak berdenyut. Seringkali diikuti oleh sensasi ketegangan di bagian leher belakang.

Bagaimana cara mengatasi sakit kepala akibat stres?

Apabila kamu mengalami sakit kepala akibat stres, berikut hal yang bisa dilakukan.

  1. Minum obat anti nyeri.
  2. Melakukan teknik relaksasi/ meditasi dan mengatur pernapasan. Kamu juga bisa mengatasinya dengan melakukan peregangan otot sederhana seperti jalan-jalan, ngulet, dan sebagainya.
  3. Menempelkan kompres dingin pada leher belakan yang terasa tegang atau di pelipis untuk meredakan sakit kepala.
  4. Memperbaiki postur tubuh dan menghindari duduk menunduk.
  5. Beristirahat ketika rasa lelah sudah menghampiri.
  6. Menghindari rokok karena dapat memperparah sakit kepala akibat stres.
  7. Jika sakit kepala akibat stres tidak kunjung menghilang, sebaiknya kamu melakukan konsultasi kepada ahli/ dokter.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai sakit kepala akibat stres. Pengetahuan mengenai hal ini dapat membantu kamu dalam menemukan penanganan yang tepat. Selain itu, terus menjaga pola hidup, rajin berolahraga dan berpikir positif bisa menjadi salah satu cara untuk menghindari stres.

Sumber tulisan: https://hellosehat.com/hidup-sehat/kenapa-stres-bikin-sakit-kepala/

Sumber Gambar: http://closetotheedgepodcast.com/2017/08/08/episode-2-under-pressure-work-fatherhood-and-dating-in-2017/

Penulis: Nisa Rengganis