Gangguan Bipolar bukan jenis gangguan yang asing di telinga kita. Tokoh-tokoh terkenal seperti Demi Lovato, Kurt Cobain, hingga Marshanda diketahui mengidap gangguan yang satu ini.

Tahukah kamu? Ternyata di Indonesia sendiri gangguan ini merupakan jenis gangguan yang umum dan tidak hanya menjangkiti tokoh terkenal. Dikutip dari merdeka.com, sekitar 2% masyarakat Indonesia menderita bipolar.

Sebenarnya apa sih bipolar itu? Dan bagaimana gejala serta penanganannya? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Gangguan bipolar (manic depressive disorder) merupakan gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan yaitu kebahagiaan (manik) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.

Episode manik dapat mencakup gejala seperti energi tinggi, jam tidur yang kurang, halusinasi atau delusi. Episode depresi memiliki gejala yaitu energi rendah, motivasi rendah, kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari dan tak jarang disertai intensi untuk melakukan bunuh diri. Diantara kedua episode ini ada episode mood normal.

Bipolar seringkali dianggap sebagai perubahan perasaan yang biasa karena gejalanya tidak memiliki ciri khusus. Setiap orang pada umumnya pernah mengalami suasana hati yang baik dan suasana hati yang buruk. Akan tetapi, jangan menganggap enteng gangguan yang satu ini. Pada kasus yang tidak tertangani dengan baik, gangguan ini dapat menyebabkan kematian karena adanya gejala psikotis (halusinasi atau delusi) dan intensi bunuh diri yang tinggi.

Seseorang yang menderita gangguan bipolar memiliki ayunan perasaaan (mood swings) yang ekstrem dengan pola yang mudah berubah secara drastis. Penegakan diagnosa bipolar hanya dapat dilakukan oleh ahli, yaitu psikiater atau psikolog klinis.

Gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan, tetapi perawatan yang tepat dapat membantu mengatasi gejala yang muncul. Penanganan bipolar dilakukan dengan kombinasi obat, psikoterapi, dan perubahan pola hidup. Bagi penderita bipolar, berkumpul bersama komunitas bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi gejala dan saling memberi dukungan.

Sumber foto : Liputan6.com

Referensi: https://m.merdeka.com/bandung/halo-bandung/bci-sebut-ada-2-persen-masyarakat-indonesia-mengidap-gangguan-bipolar-1804026.html#

Penulis: Nisa Rengganis