Halo teman TP! 😊 Gimana perasaan kamu hari ini? Pernah nggak sih teman TP berada di situasi sulit seperti mengalami kegagalan, kehilangan, terluka, hingga putus asa? Memang kadang kita merasa seperti korban kehidupan, dan nggak ada yang mengerti keadaan mental kita. It’s okay, apa yang kita rasain itu wajar kok, mungkin saja rasa sakit itu muncul karena kita sendiri memiliki luka batin tersembunyi yang orang lain mungkin tak mengerti, atau bahkan kita sendiri mungkin tidak menyadarinya. Tapi tenang teman TP, kita masih bisa kok melakukan upaya self-healing untuk membantu kita pulih dari luka batin dan bisa menjalani hari-hari kita lebih baik. 

Melansir dari Psychology Today dan beberapa artikel lainnya, self-healing dimaknai sebagai sebuah proses yang mengacu pada hal-hal yang dapat dilakukan oleh diri sendiri yang dapat membuat sistem internal berfungsi dengan baik. Self-healing ini dapat membantu kita untuk menyembuhkan diri kita sendiri dari keadaan mental yang mengganggu serta membuat kesehatan mental kita terjaga. Untuk bisa merasakan self-healing kamu bisa melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini:

  1.  “Me” Time

Bentuk self-healing yang cukup familiar yang bisa kita lakukan adalah “Me” Time.  Dengan “Me” Time berarti kita dengan sengaja meluangkan waktu untuk diri sendiri sehingga membuat kita merasa nyaman, tidak memikirkan hal-hal lain kecuali diri sendiri sebagai pusat dari segala kehidupan. Manfaat dari “Me” time cukup banyak, mulai dari membantu kita menyelesaikan masalah, membantu kita untuk beristirahat, menyetel ulang otak kita menjadi lebih fresh hingga mendorong kita untuk lebih produktif, serta memberi kita ruang untuk self-discovery. 

Ketika sedang “me” time, kita bukan hanya focus seberapa banyak waktu yang kita habiskan untuk me time, tetapi bagaimana kualitas dari me time kita. Me time yang baik tentu dapat dirasakan manfaatnya seperti membantu kita merasa lebih kompeten dalam menjalani hidup dan membantu kita terkoneksi dengan orang lain. 

Untuk memulai “me” time, kita bisa meluangkan “me” time” dengan bangun 30 menit lebih awal dari biasanya atau luangkan waktu sesuai kebutuhan untuk “me” time. Kemudian jauhkan diri dari layar ponsel, nikmati makan siang di taman atau kegiatan lainnya yang membuat tenang dan mendorong kita untuk memiliki energi positif dalam menjalani hari. 

  1. Praktik Mindfulness

Bentuk self healing yang juga populer baru-baru ini adalah praktik mindfulness. Mindfulness merupakan kemampuan yang menunjukkan perhatian penuh dengan cara tertentu yang mengarah pada tujuan, pada saat ini, dan tanpa menghakimi. Mindfulness juga dapat dipahami sebagai “membawa perhatian penuh terhadap pengalamannya saat ini dari momen-ke-momen”. Manfaat dari praktik mindfulness diantaranya dapat membantu kita mengurangi stres, memfasilitasi kita untuk merasakan pemulihan, meningkatkan memori kerja, membuat fokus, mengurangi reaktivitas emosi, serta memberi kepuasan dalam menjalin relasi

Salah satu praktik mindfulness yang sering ditemukan adalah meditasi duduk. Melalui teknik ini kita akan diperintahkan untuk duduk dengan postur tubuh yang longgar, tegak, dan mengarahkan perhatian penuh terutama pada sensasi bernafas kita.

3. Mindful Wake Up

Selain meditasi duduk, bentuk praktik mindfulness lainnya adalah mindful wake up atau kesadaran kita secara penuh pada saat kita bangun tidur. Mindful wake up ini dapat dilakukan dengan cara kita duduk di tempat tidur atau kursi dalam posisi tulang belakang lurus, tetapi santai. Kemudian sambil menutup mata kita hubungkan dengan sensasi tubuh ketika duduk. Lalu ambil tiga kali napas panjang dan dalam, (bernapas melalui hidung dan keluar melalui mulut) dan biarkan nafas menyesuaikan diri dengan ritme sendiri, perhatikan naik turunnya dada dan perut saat bernapas. 

Ketika melakukan mindful wake up ini, kita bisa merasakan self-healing dengan menanyakan pada diri kita sendiri terkait: “Apa tujuan kita hari ini?” Misalnya kita gunakan beberapa petunjuk ini untuk membantu menjawab pertanyaan itu.

“Bagaimana agar aku bisa menjalani hari ini dengan memiliki dampak terbaik?”

“Apa yang aku butuhkan untuk merawat diri sendiri hari ini?” 

“Selama masa-masa sulit, bagaimana aku bisa lebih berbelas kasih kepada orang lain dan diriku sendiri?”

Setelah itu tetapkan niat untuk hari ini. Misalnya “Hari ini, aku akan baik pada diriku sendiri; aku mau bersabar dengan orang lain; memberi dengan murah hati; bertekun; makan dengan baik” atau apa pun yang kamu rasa penting. Setalah menjalani sepanjang hari, periksa sendiri keberhasilan dari niat yang telah dibuat, dengan tenang dan sesekali mengambil napas kita bisa melihat bagaimana kualitas komunikasi, hubungan, dan suasana hati kita yang berubah.

3. Forgiveness

Selain me time dan praktik mindfulness, kita juga mempraktikkan forgiveness (memaafkan) untuk membantu kita merasakan self-healing. Dalam psychology of forgiveness, dijelaskan bahwa memaafkan/mengampuni akan mengarahkan kita pada perubahan perilaku yang lebih positif, sehat dan sejahtera. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa dengan memaafkan, seseorang akan cenderung memiliki tingkat keramahan yang relatif tinggi dan tingkat neurotisme/emosi negatif yang relatif rendah. Selain itu, orang yang lebih bersedia untuk memaafkan dalam suatu hubungan akan membuat mereka merasa puas, dekat, dan berkomitmen.

Untuk bisa memaafkan kadang kita perlu untuk memikirkan kembali tentang insiden yang membuat kita susah memaafkan hal itu.  Memang tidak mudah, karena pada fase ini kita perlu mengakui dan menerima kenyataan apa yang terjadi serta mengakui bagaimana kita terpengaruh akan hal itu. Ketika memaafkan, tanpa kita sadari kita juga sedang mengalami pertumbuhan pribadi atas apa yang telah terjadi, perhatikan bahwa dengan memaafkan kita juga menjadi belajar tentang diri kita sendiri dan mengetahui kebutuhan serta batas kita. Kita juga bisa berkata dalam hati dengan mengatakan, “Aku memaafkanmu,” lalu kita tambahkan sebanyak mungkin penjelasan yang pantas.

Yup, itulah cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk self-healing yang bisa membantumu untuk pulih. Semoga artikel ini bermanfaat ya! Jangan lupa terus follow Instagram @tanyapsikologi biar ga ketinggalan info-info selanjutnya.

Penulis: Ayu Kusuma

Sumber : 

Artikel dari www.psychologytoday.com

Artikel dari www.happyfi.com

Artikel dari www.mindful.org 

Jha, Amishi P. et al. (2007) Cognitive, Affective, & Behavioral Neuroscience : Mindfulness training modifies

subsystems of attentionSnyder, C. R. Shane J. Lopez, (2002). OXFORD UNIVERSITY PRESS : Handbook of Positive Psychology