Selfie atau swafoto saat ini menjadi bagian yang tidak terhindarkan dalam kehidupan. Beberapa orang bahkan menjadi kecanduan untuk melakukan swafoto di manapun dalam momen apapun. Beragam aplikasi filter pun diluncurkan untuk mendukung kegiatan ini. Aplikasi-aplikasi tersebut membantu pengguna untuk bisa menampilkan hasil foto yang baik dan tanpa cacat. Akan tetapi, tahukan kamu bahwa penggunaan aplikasi filter mendorong untuk melakukan operasi plastik?

Peneliti berpendapat bahwa penggunaan aplikasi filter dapat membuat citra diri yang salah. Gambaran ‘kesempurnaan’ yang ditampilkan berdampak pada perkembangan emosi dan fisik pada seseorang serta menjadi pemicu potensial dari keadaan mental seperti body dysmorphic disorder.

Body dysmorphic disorder (BDD) adalah sebuah gangguan psikologis dimana seseorang terobsesi untuk tampil flawless. Penderita BDD memiliki kebiasaan untuk selalu mengecek penampilan di kaca atau menyentuh kulitnya.

Umumnya penderita BDD merupakan remaja yang memiliki role model yaitu selebritas. Para selebritas menampilkan foto flawless mereka di dunia maya dan menyebabkan remaja yang melihat cenderung ingin mengikutinya. Para remaja ini kemudian akan mencoba memvalidasi penampilan mereka di media sosial dengan cara menggunakan aplikasi filter atau melakukan photo editing agar terlihat seperti sang idola.

Dikutip dari dailymail.co.uk, asisten professor dermatologi di Universitas Boston, Dr Neelam Vashi, berkata budaya swafoto, filter dan photo editing dapat membuat persepsi yang salah mengenai bagaimana seharusnya seseorang dilihat sepanjang waktu. Kita melihat diri kita di kaca dan menyadari itu bukanlah diri kita di dalam foto.

Kita menaruh foto di media sosial dengan citra yang kita ingin orang-orang percaya terhadap hal tersebut. Aplikasi filter swafoto membuat sebuah fantasi dan membuat kita mendapatkan penampilan yang diinginkan tetapi dalam realita penampilan tersebut sulit untuk dibuat. Satu-satunya cara membuat penampilan itu menjadi nyata adalah dengan melakukan bedah plastik. Alhasil kegiatan swafoto dan photo editing meningkatkan intensi untuk melakukan operasi plastik!

Sumber foto : economictimes.indiatimes.com

Referensi: http://www.dailymail.co.uk/health/article-6016959/Are-better-selfie-filters-driving-teens-plastic-surgery.html

Penulis: Nisa Rengganis